Keduanya menghasilkan peta, tetapi keunggulannya berbeda. Berikut pertimbangan praktis sebelum menentukan metode akuisisi data.
Pertanyaan yang paling sering kami terima di awal pembahasan pekerjaan adalah apakah pemetaan sebaiknya menggunakan drone atau pengukuran terestris. Jawabannya jarang mutlak, karena keduanya menjawab kebutuhan yang berbeda.
Luas area menentukan efisiensi
Untuk area di atas puluhan hektare dengan tutupan relatif terbuka, pemetaan udara hampir selalu lebih efisien. Sebaliknya, pekerjaan pada koridor sempit, area rapat bangunan, atau di bawah tegakan pohon lebat tetap lebih andal dikerjakan secara terestris.
Yang perlu diukur juga menentukan
Drone merekam permukaan yang terlihat dari udara. Bila yang dibutuhkan adalah elevasi tanah asli di bawah vegetasi rapat, diperlukan LiDAR atau pengukuran langsung di lapangan.
Kombinasi biasanya paling masuk akal
Dalam praktik, sebagian besar pekerjaan kami memadukan keduanya: akuisisi udara untuk cakupan luas, ditambah pengukuran terestris pada titik kontrol dan area kritis. Pendekatan ini menjaga ketelitian tanpa membengkakkan waktu pelaksanaan.